Tips Puasa Bagi Ibu Menyusui Berikut Ini

Dot bayi – Menjalani puasa bagi ibu menyusui di bulan Ramadan memang tidak diwajibkan. Meski demikian, tidak sedikit para wanita yang tetap ingin menjalani ibadah tahunan ini. Berbeda dari orang dewasa lainnya, ibu menyusui memerlukan penyesuaian tertentu, agar puasa yang dilakukan dapat berjalan lancar dan aman bagi ibu maupun bayi.
Lantas apa saja hal yang harus diperhatikan terkait puasa bagi ibu menyusui? Berikut ulasan selengkapnya.

Apakah ibu menyusui boleh puasa?

Apabila ibu menyusui secara eksklusif, hal ini tentu menjadi pertanyaan. Jawabannya adalah ibu menyusui berpuasa tidak memberikan pengaruh negatif terhadap tumbuh kembang bayi.Sebuah penelitian dilakukan pada 116 bayi. Sebanyak 36 di antaranya disusui oleh ibu yang berpuasa, dan 80 lainnya disusui oleh ibu yang tidak berpuasa. Peneliti kemudian mengamati pertumbuhan para bayi selama 2 kali saat bulan Ramadan, 3 kali pada bulan berikutnya, dan setiap 2 bulan selama 4 bulan setelahnya.

Penelitian tersebut menemukan, tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bayi dari ibu yang berpuasa maupun tidak. Setidaknya dalam jangka pendek. Hasil yang serupa juga didapatkan pada penelitian lain, yang melibatkan 55 bayi. Sebanyak 20 bayi disusui oleh ibu yang berpuasa, dan 35 lainnya disusui oleh ibu yang tidak berpuasa. Pada penelitian tersebut, bayi diperiksa perkembangannya selama 2 kali saat bulan Ramadan dan 4 kali pada bulan pertama, kedua, dan ketiga setelah Ramadan. Setelah mengetahui hal di atas, bagi Anda para ibu hamil yang ingin berpuasa, diharapkan dapat menjalankannya dengan lebih sehat dan tenang.

Tips puasa untuk ibu menyusui

Para ibu menyusui yang memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Dokter akan memeriksa kondisi kesehatan Anda untuk melihat kemampuan dalam menjalankan puasa. Apabila dokter merasa kondisi Anda cukup sehat, maka Anda dapat menjalaninya sambil mengikuti beberapa tips puasa bagi ibu menyusui berikut ini.

1. Cukupi asupan cairan

Mencukupi asupan cairan merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat berpuasa. Namun, bukan berarti Anda diharuskan untuk minum sebanyak-banyaknya saat sahur.Terlalu banyak minum saat sahur justru dapat membuat kandung kemih penuh, dan Anda akan mengeluarkannya sebagai urine tidak lama setelah itu. Hal ini justru akan membuat Anda merasa lebih haus setelahnya.Sebaliknya, Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan minum secukupnya, sedikit demi sedikit, dalam frekuensi yang lebih sering dari waktu berbuka puasa, hingga sahur. Dengan begitu, kebutuhan cairan Anda dapat terpenuhi dengan baik.

2. Jaga pola makan

Saat puasa, pola makan seseorang memang cenderung berubah. Makanan-makanan yang kurang sehat seperti gorengan dan minuman manis, justru mendominasi asupan harian saat berbuka puasa.Padahal, agar puasa bagi ibu menyusui dapat menjalani puasa dengan sehat, Anda tetap perlu memperhatikan pola makan, dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Bagi ibu menyusui yang berpuasa, penting bagi Anda untuk tetap memasukkan protein dan karbohidrat kompleks dalam menu sahur.Kedua bahan tersebut dapat memberikan energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas, hingga datang waktunya berbuka puasa. Anda juga perlu ingat, jangan sampai melewatkan waktu sahur.Bila perlu, ibu menyusui yang berpuasa juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin tambahan. Anda dapat mengonsumsi suplemen yang mengandung 10 mikrogram vitamin D saat sahur.

3. Pilih menu berbuka puasa bagi ibu menyusui yang sehat

Ibu menyusui yang berpuasa diharapkan tidak menunda-nunda berbuka, saat sudah tiba waktunya. Saat berbuka, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang dapat memberikan energi secara alami, untuk mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa.Makanan berbuka yang dapat memberikan manfaat tersebut salah satunya adalah makan kurma saat puasa. Jika bosan mengonsumsinya, Anda dapat membuat varian lain dengan membuat jus kurma dengan susu.