Tips Menyimpan Beras agar Bebas Kutu dan Tidak Apek

Kesalahan dalam menyimpan beras bisa membawa dampak kualitasnya menurun. Beras bisa menjadi area berkembang biak kutu, Bunda.

Penelitian yang diterbitkan Insect Biochemistry plus Molecular Biology pada April 2016 menemukan, tipe kumbang beras memakai pektin dalam beras untuk membentuk kekuatan.

kumbang betina memakai beras sebagai area bertelur. Sebelum menetas, telur yang hidup bakal memakan nutrisi selama sebagian bulan.

“Usai menetas, mereka mencari pasangan dan bertelur lebih banyak. Ini yang membawa dampak kutu dalam beras susah untuk diberantas,” kata Andrea Boldt, ahli nutrisi holistik dan kebugaran.

Cara gampang mengatasi kutu beras adalah menyimpannya dengan benar.  tersebut sudah di rangkum 5 langkah menyimpan beras supaya bebas kutu dan tidak bau apek:

 

1. Memilih kontainer

Wadah berkualitas dibutuhkan untuk menyimpan beras supaya bebas kutu dan awet. Wadah yang tertutup rapat bisa melindungi kelembaban, udara, dan menghindari hama.

Kontainer plastik yang sudah disertifikasi untuk penyimpanan makanan bermanfaat paling baik untuk menampung beras dalam kuantitas besar. Sementara, toples plastik yang lebih kecil terhitung bermanfaat baik sebab bisa disimpan di area terpencil.

Bunda terhitung bisa memakai wadah logam yang dibikin spesifik untuk penyimpanan jangka panjang. Wadah ini cocok untuk menyimpan beras dan tahan karat.

 

2. Memilih lokasi

Lokasi penyimpanan yang paling baik untuk beras adalah jauh berasal dari sinar matahari langsung. Paling baik kembali disimpan di area dapur yang gelap.

Pastikan area kering dan kelembapan rendah untuk mencegah rusaknya wadah penyimpanan. Beras paling baik disimpan dalam suhu mendekati 70 derajat Fahrenheit (21 derajat Celsius).

Suhu yang lebih tinggi bisa mengakibatkan kerusakan kualitas rasa dan nutrisi makanan. Tapi, beda dengan susu yang lebih dingin tidak punyai pengaruh besar pada penyimpanan jangka panjang. Sedangkan beras yang sudah berkutu bisa disimpan sebentar di suhu dingin supaya serangga dan ngengat mati.

3. Simpan dalam kantong mylar

Kantong mylar merupakan langkah yang efisien untuk menyimpan beras dalam jangka saat lama. Bahan kantong mylar dirancang untuk menyimpan bahan makanan kering dalam kuantitas besar.

Bunda memadai masukkan beras ke dalam kantong mylar. Tambahkan oksigen serap (oxygen absorber) ke dalamnya dan tutup rapat. Biasanya kantong mylar harus disegel dengan sumber panas. Beberapa dibikin dengan susunan yang disegel ziplock.

 

4. Bekukan beras sebelum disimpan

Sebelum disimpan, Bunda bisa membekukan beras selama tiga hari. Hal ini bermanfaat untuk beras yang sudah berkutu.

Pembekuan yang tepat sebelum penyimpanan lebih lama bisa mencegah perkembangan telur kutu nantinya. Simpan beras dalam wadah yang tertutup rapat.

 

5. Tambahkan daun pandan atau jeruk

Daun pandan atau daun jeruk bisa digunakan untuk melindungi beras awet dan bebas kutu. Wewangian ke-2 daun ini membawa dampak beras harum dan tahan lama sebelum dimasak.

Wangi daun pandan dan daun jeruk terhitung dibenci kutu layaknya serangga dan ngengat. Cukup tempatkan daun pandan atau daun jeruk di beras yang disimpan dalam wadah tertutup rapat ya.