Tips Jadi Pengajar Para Generasi Alpha!

Karakteristik Generasi Pembelajar Alpha membutuhkan adaptasi dari gaya mengajar guru  sekolah dasar. Generasi Alpha, kelompok anak yang lahir pada tahun 2011, dianggap sebagai generasi yang paling dekat dan nyaman dengan teknologi. Generasi ini cenderung lebih berjiwa wirausaha, tidak dapat dipisahkan dari media sosial, sedikit hubungan manusia yang langsung dalam kegiatan ekonomi, sangat manja, dan mengambil tantangan besar.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghadapi siswa generasi alpha khususnya untuk tenaga pengajar.

·         Pendekatan individu

 

Kehadiran teknologi di segala bidang telah menjadikan mahasiswa masa kini sebagai generasi yang kaya informasi. Hal ini menyebabkan siswa memiliki perspektif, keinginan, dan fantasi yang tidak terduga. Bagi siswa, hal-hal seperti itu perlu dihadirkan sebagai bentuk eksistensi diri.

 

Orang tua bukanlah pilihan utama sebagai lokasi karena berbagai alasan, karena keterbatasan waktu  atau kesibukan pekerjaan. Oleh karena itu, pendekatan guru kepada siswa secara individu adalah hal yang ditunggu-tunggu siswa Generasi Alpha.

 

·         Mulailah dengan pertanyaan dan diskusi

 

bimbel terdekat bisa jadi membosankan bagi siswa generasi Alpha. Internet telah menjadi sumber informasi yang kaya bagi mereka sejak prasekolah. Paradigma pembelajaran bukan lagi tempat transfer pengetahuan, tetapi tempat pengujian makna pengetahuan yang diperoleh. Oleh karena itu, pembelajaran melalui pertanyaan dan diskusi harus menjadi pusat pembelajaran sejak awal.

 

·         Ceritakan kisah menarik secara langsung

 

Generasi Alpha adalah generasi yang paling berpendidikan. Anda bahkan dapat membaca sebelum pergi ke sekolah. Mereka mungkin tidak tertarik dengan proses pembelajaran yang dimulai dengan membaca.

 

Hal ini dapat dihindari dengan menyajikan cerita yang diceritakan langsung  oleh guru, dengan fokus pada suara dan ekspresi wajah tertentu yang mungkin menarik bagi guru. Pada dasarnya, cerita harus terkini, tepat waktu, dan kontekstual bagi siswa.

 

·         Periksa tren siswa

Kunci untuk membuka komunikasi dengan siswa Anda adalah mengetahui kecenderungan mereka. Media sosial dan platform modern berbasis gadget adalah sahabat mereka. jasa les privat  harus mampu menjadi filter bagi siswa untuk memilih kecenderungan untuk diikuti. Tidak apa-apa bagi guru untuk mengakui kecenderungan yang dipilih siswa, tetapi guru harus menekankan implikasi positif dan negatif dari kecenderungan tersebut.

 

·         Memberi siswa harapan untuk masa depan

 

Jumlah informasi di sekitar siswa mempengaruhi kesejahteraan mereka. Kurangnya informasi positif menempatkan siswa dalam posisi “terintimidasi”. Hal ini harus dihindari  dalam proses pembelajaran. Guru harus menanamkan harapan untuk masa depan yang lebih baik pada siswa mereka.

 

·         Kerjasama

 

Peran guru yang tepat pada saat ini adalah sebagai fasilitator, role model, trainer, dan fasilitator. Guru merencanakan langkah-langkah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru membantu siswa memperoleh keterampilan khusus dan membantu siswa dengan kesulitan belajar.

 

Dalam paradigma  kurikulum mandiri baru, tes diagnostik kesulitan belajar siswa dimulai pada awal tahun pembelajaran untuk mengidentifikasi hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran. Siswa dapat berkolaborasi dengan siapa saja sambil belajar.