Pengertian Listrik Secara Umum

Listrik adalah aliran elektron dari atom ke atom dalam suatu penghantar atau energi yang mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari.

Energi listrik ini digunakan untuk menggerakkan perangkat elektronik seperti komputer dan lain-lain yang dapat memudahkan aktivitas atau pekerjaan manusia.

Secara umum, listrik diartikan sebagai gaya yang ditimbulkan oleh gesekan atau proses kimiawi lainnya.

Listrik terbagi menjadi dua yaitu listrik statis & listrik dinamis.

Listrik statis adalah energi yang terkandung dalam benda listrik. Muatan listrik suatu benda dapat bermuatan positif atau negatif. Secara lebih rinci, semua zat tersebut terbentuk dari beberapa atom. Setiap atom memiliki inti atom yang terdiri dari elektron dan proton. Proton memiliki muatan listrik positif, sedangkan elektron memiliki muatan listrik negatif.

Baca juga mengenai dunia elektrik di wiraelectrical dengan nama url lengkapnya di https://wiraelectrical.com.

Ketika 2 zat atau benda seperti saat tangan dan balon digosok maka bahan yang tarikannya lebih lemah yaitu tangan ditarik ke elektron dan menempel pada benda yang tarikannya lebih kuat yaitu balon. Dengan demikian, kedua zat tersebut memiliki muatan listrik, sedangkan bahan yang kehilangan elektron akan bermuatan positif dan bahan yang menerima elektron akan bermuatan negatif.

Listrik dinamis menjalankan listrik. Cara mengukur daya arus dalam listrik dinamis adalah dengan menggunakan muatan listrik terbagi waktu dengan satuan muatan listrik coulumb dan satuan waktu kedua. Sekarang di sirkuit cabang dengan aliran arus yang kuat dengan arus outlet.

Sedangkan pada rangkaian seri, arusnya tetap sama di setiap ujung resistansinya. Sebaliknya, tegangan bervariasi dalam resistansi. Dalam rangkaian seri, tegangan tergantung pada resistansinya. Namun, di sirkuit cabang, tegangan tidak memiliki efek resistansi. Semua ini ada dalam hukum Kirchoff yang berbunyi “Jumlah listrik yang mengalir sama dengan jumlah listrik yang mengalir”.

Besaran-besaran Listrik

Dalam praktiknya, energi listrik diterapkan dengan menggunakan sejumlah listrik, sebagai berikut:

1. Tegangan listrik

Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik yang ada pada 2 titik dalam rangkaian listrik. Tegangan listrik dinyatakan dalam volt kemudian dihitung atau diukur menggunakan voltmeter.

2. Hambatan Listrik

Hambatan listrik adalah rasio tegangan perangkat elektronik dengan arus listrik yang menembus. Hambatan listrik ditulis dalam ohm dan kemudian diukur menggunakan ohmmeter.

3. Arus listrik

Arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang ada karena pergerakan elektron dalam rangkaian listrik yang diukur dalam satuan waktu tertentu. Besarnya arus listrik yang terekam dalam ampere kemudian diukur dengan menggunakan ampheremeter.

4. Gaya Gerak Listrik

Gaya Gerak Listrik adalah besarnya energi listrik yang dapat diubah menjadi energi non listrik atau energi lain yang dapat diubah menjadi energi listrik. Besar gaya gerak listrik yang dinyatakan dalam volt kemudian diukur menggunakan voltmeter.

5. Kapasitansi

Kapasitas adalah ukuran banyaknya listrik yang dapat dilindungi oleh potensi listrik.

6. Muatan Listrik

Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda yang mengandung listrik yang dapat menimbulkan gaya tertentu pada benda listrik di sekitarnya. Satuan muatan listrik ditulis dalam kolomb.

7. Induktansi

Induktansi adalah sifat dari rangkaian elektronik yang dapat menghasilkan potensial listrik yang sebanding dengan arus listrik pada rangkaian listrik. Induktansi ditulis menggunakan weber internasional per ampere atau unit henry.

Berikut pembahasan Pengertian Umum Kelistrikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda.