Orientasi RPAM Komunal

Pertemuan Orientasi RPAM (Rencana Pengamanan Air Minum) Komunal di melaksanakan di Bale Raos Resto Pulutan Kota Salatiga.

adapun tujuan dari orientasi ini adalah agar peserta mampu melaksnakan konsep pengamanan air minum Komunal, sasaran dari kegiatan ini adalah pengelola program kesegaran lingkungan Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Sanitarian Puskemas dan pengelola layanan air minum komunal dengan menggunakan water meter amico.

Orientasi di membuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dalam sambutannya diungkapkan terget universal akses indikator RPJMN 2015-2019 yakni 100% masyarakat Indonesia beroleh akses air minum, agar usaha pengembangan air minum perlu dikerjakan bersama dengan komitmen multiple barriers untuk mengamankan service air minum bagi masyarakat, melalui pengendalian risiko jadi dari sumber air, pengolahan sampai distribusi ke masyarakat.

Water Safety Plan atau Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), merupakan tidakan konsep pengamanan service air minum yang berwujud preventif dan promotif terhadap pengelolaan resiko bahaya kondisi bahaya melalui identifikasi bahaya/ kondisi bahaya, pencegahan dan monitoring. RPAM merupakan pendekatan holistic dalam service air minum bersama dengan konsep hulu-hilir (sumber sampai konsumen)

Implementasi RPAM beri tambahan faedah terhadap :

-Kapasitas pengelolaan resiko terhadap penurunan kualitas air minum (sumber-distribusi).
-Pencegahan kontaminasi sumber air minum.
-Kapasitas pengolahan air untuk beroleh kualitas cocok standar baku kualitas dan
-Pengelolaan kapasitas dalam menghindar rekontaminasi air minum terhadap fase penyimpanan distribusi dan pemanfaatan.

Penerapan SPAM yang benar beri tambahan kepastian terhadap kontinuitas, keterjangkauan, kualitas, kuantitas kepada pengguna air dan penyelenggara air minum. Posisi RPAM dalam kegiatan pengawasan kualitas air minum adalah termasuk keseluruhan ,dan pihak yang terlibat dapat menjadi suatu tim yang terdiri dari pengelola sarana, Pemerintah, dan masyarakat.