parrot-birds

Mengenali Kekhasan Burung Beo Harus Dijumpai

Burung beo, istilah yang diaplikasikan pada sekumpulan besar burung yang menonjol dan parau dari keluarga Psittacidae. Burung beo dipakai untuk mengarah pada anggota barisan burung yang semakin besar, ordo Psittaciformes, yang termasuk juga kakatua (kerabat Cacatuidae). Burung beo sudah dipiara sebagai burung kandang semenjak jaman kuno, dan mereka selalu terkenal sebab lucu, pintar, dan kerap kali penyayang. Beberapa salah satunya secara mengagumkan mengikuti banyak suara, terhitung perkataan manusia.

Ciri-ciri Kekhasan Burung Beo

Keluarga Psittacidae sejumlah 333 spesies. Subfamili Psittacinae, burung beo “sejati”, selama ini adalah subfamili paling besar, dengan anggota yang diketemukan di wilayah hangat di semua dunia. Burung ini mempunyai lidah yang pijakl dan mengonsumsi beberapa bijian, tunas, dan beberapa serangga dan buah. Banyak anggota subfamili yang dikenali cuma untuk burung beo, tapi bermacam subkelompok mempunyai nama yang lebih detil seperti macaw, parkit, lovebird, dan conure.

Burung beo abu-abu Afrika (Psittacus erithacus) tidak tertandingi sebagai pembicara; lelaki dapat dengan pas menggaungkan perkataan manusia. Burung penangkaran siaga dan, dibanding dengan burung beo yang lain, relatif pemarah. Beberapa disebutkan sudah hidup 80 tahun. Burung itu panjangnya seputar 33 cm (13 inch) dan warna abu-abu muda terkecuali ekornya yang persegi, warna merah dan mukanya yang telanjang dan putih; tipe kelaminnya mirip. Burung beo abu-abu biasa diketemukan di rimba hujan, tempat mereka mengonsumsi buah-buahan dan biji-bijian; mereka menghancurkan tanaman tapi adalah penebar penting kelapa sawit. Penasaran untuk informasi burung kicau lainnya yang lebih menarik bisa kalian kunjungi disini : https://suhukicau.com/

Panggilan Lain Beo : Primata Berbulu

Simpatisan burung beo menjelaskan jika burung dengan gampang menandingi kera besar dan lumba-lumba dalam kepandaian dan akal, dan kemungkinan salah satu hewan kecuali manusia yang sanggup menari mengikut irama.

“Kami menyebutkan mereka primata berbulu,” kata Irene Pepperberg, yang pelajari kognisi hewan di Harvard dan populer sebab risetnya dengan Alex dan burung beo abu-abu Afrika lainnya.

“Mereka ialah rekanan yang baik sekali,” kata Alice Auersperg dari Kampus Wina, yang pelajari kakatua Goffin di Indonesia.

Beberapa dari penemuan belakangan ini diterangkan dalam buku baru, “Burung Beo dari Liar: Riwayat Alam Burung Paling Menarik di Dunia”, oleh Catherine A. Toft dan Timothy F. Wright. Yang lain sudah disampaikan dalam jurnal atau didemonstrasikan lewat video online, yang sudah jadi trending atau patut untuk itu.

Dr. Auersperg dan beberapa rekannya sudah mendapati jika kakatua Goffin adalah pembikin perkakas paling spontan yang pernah diterangkan, dan jika burung-burung itu bisa pelajari langkah membuat alat ambil makanan terkini cukup dengan sekali menyaksikan kakatua ulung pada tempat kerja.

Pelajari Amazon Kosta Rika bertengkuk kuning, Dr. Wright dan beberapa rekannya sudah mendapati jika komunitas burung beo yang lain berbicara keduanya dalam aksen berlainan yang masih konstan sepanjang beberapa dasawarsa, seperti bahasa manusia. Seperti manusia, burung beo muda bisa dengan gampang kuasai banyak aksen sesaat yang lebih tua tidak bisa atau tidak ingin repot lakukan hal yang sama.

Baca juga :

Mengenali Karakter Burung Love Birds Di Dunia

Mengenal Jenis Burung Pelatuk – Flicker Utara