Langkah membaca gerakan Bitcoin

Bitcoin serta mata uang kripto lain miliki gerakan yang paling aktif. Atau dapat disebut, volatilitasnya tinggi sekali. Selesai harga Bitcoin tembus 64.888,99 dolar AS, dalam satu pekan lebih harga dapat drop ke 47.037,37 dolar AS per keping.

Bila di pasar saham, volatilitas yang membikin bimbang ini buat Bitcoin masuk ke bearish pasar.

Pada dasarnya, tidak ada kesepakatan pribadi perihal mendasar atau korelasi makro buat mata uang kripto. Soal ini begitu berlainan dengan pasar modal yang dapat dibicarakan dari segi esensialnya. Karena itu, pendekatan yang dapat dilaksanakan dalam memandang gerakan Bitcoin yakni memandang transisi turun-naik harga yang terjadi.

Mencuplik Coindesk dari https://www.vemala.com/, ada dua perihal yang penting jadi perhatian dalam tentukan apa Bitcoin bergerak bearish (turun) atau bullish (naik). Pertama, berlangsungnya pengurangan atau peningkatan harga lebih dari 20 %. Ke-2 , bila harga tidak lagi dalam waktu 90 hari ke harga paling tinggi atau terpaling rendah sebelumnya pengubahan terjadi.

Bila sentuh 90 hari (tidak balik ke titik awalnya) jadi bisa dikatakan trendingnya bearish atau bullish.

Kecuali persoalan bearish-bullish ini, coindesk membaginya volatilitas Bitcoin (sepanjang 30 hari) ke tiga kelompok: volatilitas rendah dengan score kurang dari 0,5, volatilitas tengah dengan score 0,5-1, serta volatilitas tinggi dengan score lebih dari 1.

Model trading Bitcoin
Seperti yang pernah disenggol di atas, trading Bitcoin terdiri ke tiga model: day trading, scalping, serta swing trading. Trading ini berlainan dengan mining atau menambang Bitcoin yang perlu piranti computer mutakhir.

Berikut review komplet perihal trading Bitcoin:

1. Day trading
Sesuai sama namanya, trading dilaksanakan secara harian. Orang trader Bitcoin dapat melaksanakan pembelian serta pemasaran coin cuman dalam tempo sehari saja, atau di hari yang serupa.

Dengan langkah ini, jadi orang trader mesti super teliti serta jeli dengan memandang terus menerus gerakan harga Bitcoin dari kian waktu.

Bila ada kesempatan nilai jual yang semakin tinggi dari harga membeli, jadi trader akan selekasnya menjualnya. Perlu kejelian serta totalitas waktu buat bisa jadi trader model ini.

2. Scalping
Langkah ini lebih berlebihan daripada day trading. Perlu waktu beberapa saat saja buat orang trader buat menjajakan coinnya. Asal telah untung, walaupun sedikit saja, jadi Bitcoin langsung bisa dipasarkan. Langkah ini cuman menguber untung sedikit saja. Akan tetapi dilaksanakan secara berulang kali serta terus menerus.

3. Swing trading
Langkah ini sangat umum digunakan investor atau pemakai Bitcoin. Gak demikian ngoyolah. Dengan swing trading, jadi trader dapat mengawasi chart harga atau trend pasar tanpa ada diawasi dari detik ke detik atau waktu ke waktu.

Trader dapat mengamati sesuai kebutuhan, serta cenderung memutuskan hold asetnya buat waktu yang cukuplah lama. Bila harga telah menggapai keuntungan yang diinginkan, baru dech jual.

About supriatna

Check Also

Contoh Tes Psikologi Online, Penasaran Seperti Apa Jawabannya?

Tes psikologi online bisa membantu Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan Anda. Tes …