Bolehkah Menggabungkan Aqiqah dengan Qurban ?

Sumber : aqiqah malang

Ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini. Ada yang memperkenankan dan menganggap syah sebagai akikah sekalian kurban dan ada yang memandang tidak dapat dipadukan.

 

Pendapat pertama, berkurban tidak dapat dipadukan dengan akikah.

 

  1. Ini ialah pendapat Malikiyah, Syafi’iyah, dan salah satunya opini Imam Ahmadrahimahullah.

 

  1. Dalil opini ini diantaranya, jika akikah dan kurban ialah dua beribadah yang berdiri dengan sendiri, hingga dalam realisasinya tidak dapat dipadukan. Selain itu, masing-masing mempunyai karena yang lain. Hingga tidak dapat sama-sama gantikan.

 

  1. Al-Haitami menjelaskan, “Dzahir pendapat ulama Syafi’iyah jika seorang berniat satu kambing untuk kurban sekalian akikah jadi tidak dapat memperoleh satu diantaranya. Dan berikut yang semakin kuat. Karena masing-masing sebagai beribadah tertentu.” (Tuhfatul Muhtaj, 9/371).

 

  1. Al-Hathab menjelaskan, “Guru kami, Abu Bakr al-Fihri menjelaskan, ‘Jika ada orang yang menyembelih hewan kurbannya dengan niat kurban dan akikah jadi tidak syah. Tetapi bila dengan niat kurban dan untuk sajian perhelatan hukumnya syah. Perbedaannya, arah kurban dan akikah ialah menyalurkan darah (bukan semata-mata dagingnya, pen). Sementara dua arah menyalurkan darah, tidak dapat diwakili dengan 1 binatang. Dan arah khusus daging perhelatan untuk makanan, dan tidak bertubrukan bermaksud kurban yakni menyalurkan darah, hingga kemungkinan untuk dipadukan.” (Mawahibul Jalil, 3/259).

 

Pendapat kedua, bisa menyatukan di antara kurban dengan akikah.

 

– Ini sebagai pendapat madzhab Hanafi, salah satunya opini Imam Ahmad, dan opini beberapa tabi’in seperti Hasan al-Bashri, Muhammad bin Sirrin, dan Qatadah rahimahumullah.

 

– Dalil opini ini, jika arah kurban dan akikah ialah melaksanakan ibadah ke Allah dengan menyembelih. Hingga akikah dapat dipadukan dengan kurban. Seperti tahiyatul mushola dapat dipadukan dengan shalat harus, untuk orang yang masuk mushola dan langsung ikuti jemaah. Disebut Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (5/534) beberapa kisah dari beberapa tabi’in, salah satunya Hasan al-Bashri pernah menjelaskan,

 

إذَا ضَحُّوا عَنْ الْغُلَامِ فَقَدْ أَجْزَأَتْ عَنْهُ مِنْ الْعَقِيقَةِ

 

“Jika ada orang yang berkurban atas nama anak karena itu kurbannya sekalian gantikan akikahnya”

 

– Dari Hisyam dan Ibn Sirrin, beliau berdua menjelaskan, “Kurban atas nama anak, itu dapat sekalian untuk akikah.”

 

– Qatadah menjelaskan, “Kurban tidak syah buatnya, sampai ia diakikahi.”

 

– Al-Buhuti menjelaskan, “Bila akikah dan kurban waktunya bertepatan, dan hewannya diniatkan untuk ke-2 nya karena itu hukumnya syah untuk ke-2 nya, berdasar info tegas dari Imam Ahmad.” (Kasyaful Qana’, 3/30).

 

– Sementara itu, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh pilih opini yang memperkenankan menyatukan akikah dan kurban. Beliau mengatakan dalam fatwanya, “Misalkan akikah dan kurban terjadi secara bertepatan karena itu satu sembelihan itu dapat memenuhi untuk orang yang menyembelih. Ia niatkan untuk kurban atas nama dianya, selanjutnya menyembelih hewan itu, dan telah tercakup didalamnya akikah.

 

Menurut keterangan beberapa ulama bisa diambil kesimpulan jika akikah dan kurban dapat dikombinasi bila ‘atas namanya’ sama. Maknanya kurban dan akikahnya itu atas nama salah seorang anak. Sementara berdasarkan penjelasan ulama lain, tidak ada persyaratan hal tersebut. Maknanya, bila seorang bapak akan berkurban karena itu kurbannya dapat atas nama bapak, dan sekalian untuk akikah anaknya. Singkatnya, bila ada orang menyembelih hewan, ia niatkan untuk berkurban, dan itu telah memenuhi untuk akikah.

About andut

Check Also

Keunggulan Zoom Pro ataupun Berbayar

Mengawali pertemuan daring memakai zoom bukan perihal yang terkini dikala ini, banyak orang sudah terbiasa …