7 Jenis Kayu Terbaik untuk Dijadikan Furnitur!

Kayu-Furnitur-3
Kayu-Furnitur-3

Kayu adalah salah satu bahan dasar yang paling umum digunakan di seluruh dunia, terutama untuk kebutuhan furnitur, seperti lemari anak dan rak dinding. Setiap jenis kayu memiliki karakteristik tersendiri, yang pada akhirnya bisa memberikan sentuhan kehangatan yang berbeda dan menambah estetika interior secara keseluruhan.

Kayu Beech

Kayu-Furnitur
Kayu-Furnitur

Beech termasuk jenis kayu solid yang keras, kuat, dan berat. Penampilannya sering ditandai dengan warna yang lebih terang, dari putih hingga kuning muda dengan bulir kayu halus yang padat dan tekstur merata. Kayu beech juga memiliki daya tahan redam atau shock resistance yang tinggi.

Sebagai kayu untuk bahan dasar furnitur, seperti kursi atau meja, beech termasuk jenis kayu yang populer digunakan, khususnya untuk hasil perabot berkualitas tinggi dengan hasil finishing yang lembut dan memberikan efek hangat. Supaya tahan lama dan tidak mudah kotor, banyak yang akan memberikan lapisan proteksi sebelum digunakan.

Kayu Oak

Kayu-Furnitur-1
Kayu-Furnitur-1

Tidak butuh banyak pengenalan untuk jenis kayu oak, karena kayu oak sudah sering terdengar bahkan di telinga orang awam. Sifatnya yang keras, kuat, dan tahan lama, menjadikannya sebagai bahan kayu dasar untuk furnitur yang bisa dipakai bertahun-tahun lamanya. Bobot jenis kayu ini juga berat dan tidak mudah lekang, walaupun kamu harus hati-hati akan eksposur air dengan kayu oak.

Hal tersebut dikarenakan pori-pori kayu oak yang cenderung besar dengan guratan corak yang khas. Tak heran banyak yang mengecat lapisan luar dengan cat polishing untuk proteksi sekaligus menampilkan estetika alaminya yang indah, misalnya dengan cat duco. Jenis kayu oak terdiri dari dua warna utama, yaitu kayu oak putih yang agak terang dan kayu oak merah dengan warna cokelat kemerahan terang.

Kayu Maple

Kayu-Furnitur-2
Kayu-Furnitur-2

Kayu pinus sering menjadi idola bagi pengrajin perabot karena harganya yang lumayan terjangkau. Penampilan jenis kayu ini umumnya terang dan gampang ditimpa dengan warna lain. Karena bobotnya yang agak ringan, otomatis kayu pinus tidak setahan dan sekuat kayu maple atau oak.

Kayu pinus juga kerap digunakan bersanding dengan jenis kayu lain sebagai solusi pembuatan perabot yang lebih murah. Kayu pinus dikenal juga dengan nama kayu jati Belanda atau kayu bekas palet impor dan merupakan salah satu bahan daur ulang yang sangat favorit. Cocok untuk perabot bergaya minimalis, mungkin kamu juga peminat jenis kayu ini, ya?

Kayu Jati

Good-Teak-Wood-Furniture-Dining
Good-Teak-Wood-Furniture-Dining

Harga mahal sudah identik dengan kayu jati, tetapi juga kualitas tinggi, daya tahan, awet dan kuat. Dengan kelas awet juara, kayu jati juga tahan terhadap jamur, cuaca dan air sekalipun.

Hal ini dikarenakan kandungan minyak pada kayu jati yang cukup tinggi sehingga kekuatannya sangat mendukung untuk dijadikan bahan perabot yang benar-benar bernilai tinggi. Bahkan, jenis kayu yang satu ini juga sering digunakan sebagai meja kantor di ruang direktur perkantoran.

Untuk pengolahannya, kayu jati sering diproduksi menjadi mebel, kerajinan, panel, lantai, dan aksesoris lainnya. Jenis kayu ini juga cukup mudah diolah dengan guratan serat yang punya kesan rustic gaya.

Kayu Merbau

Kayu-Furnitur-4
Kayu-Furnitur-4

Hanya sedikit di bawah kayu jati, kayu merbau dengan warna coklat kemerahan sering dijadikan alternatif kedua setelah kayu jati. Baik dari tingkat kekerasan yang memadai, serta daya tahan terhadap cuaca dan serangga, jenis kayu ini kian dilirik untuk pengolahan perabot yang berkualitas. Untuk segi harga, kayu merbau hanya terpaut sedikit dari kayu jati, tetapi tetap cukup berpengaruh secara total.

Kayu Mahoni

Kayu-Furnitur-4
Kayu-Furnitur-4

Dengan serat kayu yang halus dan beragam, kayu mahoni sering tampil dengan gaya natural dan klasik yang menggoda di tiap perabot yang ada. Jenis kayu ini juga sering menjadi bahan dasar mebel Jepara, selain kayu jati. Namun, dibandingkan dengan kayu jati, kayu mahoni umumnya lebih murah sehingga menjadi alternatif mebel Jepara yang lebih terjangkau.

Kayu mahoni tidak sekuat dan seawet kayu jati. Selain itu, kayu mahoni juga rentan diserang rayap atau mudah berubah terhadap pengaruh cuaca dan hujan. Lebih cocok sebagai bahan perabot indoor, jenis kayu ini bisa disaiati dengan menggunakan kayu mahoni matang yang memiliki kepadatan serat yang tinggi.

Bagaimana? Sudah lebih paham ‘kan mengenai jenis kayu yang sering digunakan sebagai furnitur? Saat kamu sedang memilih furnitur untuk hunianmu, jangan lupa untuk selalu memerhatikan bahan dasar kayu yang digunakan agar sesuai dengan apa yang kamu inginkan!