Penyebab Umum Sindrom Antifosfolipid

Sindrom antifosfolipid (antiphospoliphid syndrome APS) dinamakan juga Hughes merupakan permasalahan kesehatan yang sangat jarang sekali ditemui. Sindrom tersebut merupakan gangguan pada autoimun yang menimbulkan kekentala dan kebekuan pada darah. ketika kondisi tersebut terjadi, antibodi yang seharusnya berperan mekawan bakter-bakteri, justru menyerang senyawa lemak (fosfolipid) yang memiliki fungsi penting bagi struktur membran sel danĀ  proses pembekuan darah, sehingga menimbulkan kerusakan sel-sel dalam tubuh.

 lalu, apa yang menjadi penyebab umum sindrom antifosfolipid APS tersebut?

            Sejauh ini sindrom tersebut menyerang seseorang, belum dapat diketahui penyebab pastinya.sindrom tersbeut dapat terjadi manakala sistem kekebalan tubuh telah membuah antibodi (protein) menyerang fosfolipid. Dilansir dari HelloHealth.com, diperkirakan bahwa antibodi antifosfolipid menjalin interaksi dengan sistem pembekuan tubuh, sehingga berdamapak padatrombosisi vena (pembentukan gumpalan darah atau yang disebut trombus pada vena kaki) yang terdaat pada tubuh seseorang. Dan trombosis arteri (gumpalan darah). kedua gumpalan tersbeut memicu terjadinya serangan jantung dan stroke.

Penyebab umum lainnya terjadi pada seseorang akan memeiliki kerentanan lebih tinggi terserang APS jika mengalami:

  1. Sindrom Scheel
  2. Sindrom Sjogren yang merupakan kelainan pada sistem kekebala tubuh yangmana sistem imun justru menyerang kelenjar air mata dan kelenjar air liur.
  3. Rheumatoid arthritis rematik yang merupakan peradangan kronis yang menyerang area persendian yang menimbulkan nyeri sendi secara progresif, kekauan pada sendi, dan menimbulkan malformasi pada tulang sendi.
  4. Kemungkinan kelainan genetik
  5. Konsumsi obat antibiotik, seperti: hydralazine (untuk tekanan darah) dan kina (untuk kram kaki).
  6. Konsumsi obat antikejang, seperti: fenitoin.
  7. Seseorang yang mengalami SLE (sistem lupus erythematous).
  8. Terjadinya infeksi hepatitis, sifilis, dan HIV AIDS
  9. Riwayat penyakitt Lyme (infeksi yang menular dari melalui gigitan kuku)
  10. Dan mengonsumsi pil KB atau terapi estrogen
  11. Kaadar diabetes yang tingi
  12. Kadar kolestrol yang tinggi
  13. Tekanan darah tinggi
  14. Riwayat sindrom APS dalam keluarga
  15. Obesitas atau kelebihan berat bada

Perlu dikaetahui bahwa tidak semua orang yang mengalami sindrom APS dapat ditemukan penyebabnya secara jelas. Hal tersebut dikarekan antibodi yang terdapat dalam tubuh seseorang akan menunjukan gejala-gejala yang tidak sama.

Diagnosis yang dapat dilakukan:

Seseorang dapat diketahui terkena sindrom tersbeut jika mengalami gejala-gejalanya dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Gejala yang menunjukan sindrom tersbeut yakni terjadinya sumbatan pada pembuluh darah atau komplikasi kehamilan yang terjadi secara berulang-ulang. Sumbatan tersbeut dapat diketahui melalui pemeriksaan radiografi atau pemeriksaan USG Doppler.

Hasil laboratorium yang mengindikasikan terjadinya sindrom APS, yaitu:

  1. Level antobodi antifosfolifid dalam skala yang tinggi (anticardiolipin dan beta-2 glikoprotein) melalui dua kali pemeriksaan dengan rentang waktu selama 12 minggu.
  2. Pada dua kali pemeriksaan dala rentang waktu 12 minggu menunjukan adanya antikoagulan lupus.

Hal yang perlu dicacat, yaitu apabila seseorang tidak menunjukan gejala-gejala sindrom tersebut tetapi memiliki anto bodi antfosfolipid, maka diagnosis menunjukan seseorang tersebut tidak terdiagnosis sindrom antifosfolipid. Nah, itulah contoh dan penjelasan mengeai penyebab umum sindrom antifosfolipid yang sebenarnya belum diketahui penyebabnya secara pasti akan tetapi sangat perlu memahami kemungkinan-kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Hal tersebut penting untuk melakukan pencegahan sejak dini dan memberikan penanganan yang tepat. Untuk mengetahui informasi-informasi kesehatan yang anda perlukan dan solusi terkait dengan sindrom tersbeut, anda dapat menelusuri pada laman https://www.klikdokter.com/penyakit/sindrom-antifosfolipid .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *